Kita Memiliki Tanggung Jawab Besar Untuk Mengatasi stunting

By Braya News - Sabtu, 4 November 2023 | 06:21 WIB |
Dilihat : 519
Kali

Puruk Cahu – Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi ini terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir, akan tetapi kondisi stunting baru tampak setelah bayi berusia 2 tahun.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Murung Raya (Mura), Rahmat Hidayat menjelaskan bahwa dalam mengatasi masalah stunting ini perlu memastikan bahwa setiap langkah yang diambil memiliki dampak positif tentunya perlu dilakukan koordinasi secara baik terhadap seluruh lintas sektor.
Salah satunya perencanaan kegiatan penurunan stunting dilakukan dengan berbasis data, indikator pada rencana aksi Nasional, melakukan pemantauan secara terpadu dan meningkatkan manajemen data yang baik sehingga dapat mengukur hasil-hasil pelaksanaan kegiatan serta hasil evaluasi kinerja digunakan sebagai dasar perbaikan intervensi tahun berikutnya.
“Kita memiliki tanggung jawab besar untuk mengatasi masalah stunting. Berdampak kepada kesehatan tetapi juga memiliki dampak besar pada pendidikan ekonomi dan perkembangan sosial. Oleh karena itu penting bagi kita semua untuk bekerja sama secara terkoordinasi dalam upaya percepatan penurunan stunting,”jelasnya, Sabtu (4/11/2023).
Selain itu, lanjut politisi PKB ini, ada beberapa kegiatan yang dapat berkontribusi pada penurunan stunting melalui intervensi gizi sensitif diantaranya menyediakan dan memastikan akses terhadap air bersih dan sanitasi, melakukan fortifikasi bahan pangan, menyediakan akses layanan kesehatan dan Keluarga Berencana.
Selanjutnya, menyediakan jaminan kesehatan nasional dan jaminan persalinan universal serta bantuan dan jaminan social bagi keluarga miskin, memberikan pendidikan pengasuhan pada orang tua dan pendidikan gizi masyarakat serta pendidikan anak usia dini yang universal, dan meningkatkan ketahanan pangan dan gizi.
“Kita harus bersinergi dan bersatu dalam upaya penurunan stunting serta untuk mencegah dan menangani permasalahan stunting kita perlu melakukan pendekatan multisektor melalui intervensi layanan spesifik dan sensitif secara konvergensi atau terintegrasi yang dilakukan baik dari tingkat Kabupaten hingga desa sampai kelurahan,”pungkasnya.(ry)

2329824a-44b2-49a5-84b1-6f582c1a9227 - Copy (2)
91cdc3a3-6e36-4d88-b210-3b389aad2b2d
ads
ads
ads

Komentar

Berita Terkait

Berita Terbaru

Jul 13, 2024

Pembangunan Jembatan Sei Intu Menggunakan APBD tahun 2023

Muara Teweh – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang…

Jul 13, 2024

Pj Bupati Muhlis Canangkan Program Karya Bhakti TNI Kodim 1013

Muara Teweh – Usai meresmikan Jembatan Sei Intu Desa Haragandang…

Jul 13, 2024

Dibangunnya Jembatan Sei Intu Membuka Keterisolasian Warga

Muara Teweh – Pj Bupati Barito Utara, Drs Muhlis meresmikan…

Jul 12, 2024

Pemkab dan DPRD Barut RDP terkait Pra APBD Tahun 2025

Muara Teweh – Pemerintah Barito Utara (Pemkab Barut) bersama DPRD…

Jul 11, 2024

Pj Bupati dan Dinas Terkait Konsultasi ke Ditjen Imigrasi, di Apresiasi Dewan Barut

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Barito Utara…

Jul 11, 2024

Rapat Pembahasan Hasil Fasilitasi Raperda di Barito Utara, Hasilkan Dua Poin Penting

Muara Teweh – Rapat pembahasan terkait hasil fasilitasi Raperda tentang…