BPBD Barito Utara Ekspose Akhir Pembuatan Dokumen Kajian Bencana

By Braya News - Kamis, 9 November 2023 | 07:02 WIB |
Dilihat : 366
Kali

Muara Teweh – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Barito Utara (BPBD Barut) melaksanakan kegiatan paparan atau ekspose akhir pembuatan dokumen kajian resiko bencana, rencana penanggulangan bencana dan rencana kontijensi bencana di Kabupaten Barito Utara, di salah satu aula hotel dalam kota Muara Teweh, Kamis (9/11/2023).

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Eveready Noor sekaligus membuka kegiatan, kepala perangkat daerah, Camat se Barito Utar, kepala bagian lingkup Sekretariat Daerah dan undangan lainnya.

Pj Bupati Barito Utara Drs Muhlis dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Eveready Noor mengatakan berdasarkan indeks rawan bencana indonesia (IRBI) yang dikeluarkan BNPB, Kabupaten Barito Utara termasuk wilayah yang memiliki kategori resiko sedang.

“Meskipun di daerah kita tergolong resiko sedang, namun kita tetap harus selalu waspada. Karena bencana dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Bencana yang sering terjadi di wilayah kita adalah bencana banjir dan tanah longsor, serta kebakaran hutan dan lahan,” kata Eveready Noor saat membacaklan sambutan Pj Bupati.

Dikatakan Asisten I, dampak terjadinya bencana tersebut, menimbulkan kerugian yang tidak sedikit, baik itu harta benda, kerusakan lingkungan, dampak psikologis bagi masyarakat, bahkan adanya korban jiwa.

Untuk itu kata dia lagi diperlukan langkah-langkah dan kebijakan yang strategis dalam upaya mengurangi dampak terjadinya bencana. Penanggulangan bencana harus dilaksanakan secara efektif, lebih terarah dan terstruktur.

“Dimulai dari pengkajian terhadap tingkat kerentanan, kapasitas serta potensi dampak kerugian akibat bencana. Sehingga kita mampu memahami dan mengetahui tingkat resiko bencana di wilayah kita,” jelasnya.

Menurutnya sebagaimana amanat yang terkandung dalam Undang-Undang nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, setiap daerah harus mempunyai perencanaan penanggulangan bencana. “Hal tersebut menjadi landasan, perlunya dokumen kajian resiko bencana, dokumen rencana penanggulangan bencana, serta dokumen rencana kontijensi bencana,” imbuhnya.

Lebih lanjut Eveready Noor, ketiga dokumen tersebut diharapkan nantinya dapat menjadi produk hukum berupa peraturan daerah, kemudian peraturan kepala daerah. Sebagai pedoman kita, baik dari pemerintah daerah, stakeholder, dan masyarakat secara umum, dalam penanggulangan bencana,” pungkasnya.(sli)

2329824a-44b2-49a5-84b1-6f582c1a9227 - Copy (2)
91cdc3a3-6e36-4d88-b210-3b389aad2b2d
ads
ads
ads

Komentar

Berita Terkait

Berita Terbaru

Feb 23, 2024

Pj Bupati dan unsur FKPD Panen Buah Melon di lahan Kodim 1013

Muara Teweh – Penjabat (Pj) Bupati Barito Utara Drs Muhlis…

Feb 22, 2024

Pj Bupati Terima sertifikat merk Asosiasi Kelompok Anyaman Rotan Gunung Purei

Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Pemkab Barut) menerima…

Feb 22, 2024

Pemkab Barito Utara Ikuti Jogja ITT Expo 2024 di Jogjakarta

Jogyakarta – Pemerintah Kabupaten Barito Utara mengikuti Jogja Investment Trade…

Feb 22, 2024

Lima Pejabat Eselon II Barito Utara Ikuti PKN Tingkat II Angkatan III Tahun 2024

Jakarta – Sebanyak 5 (lima) pejabat eselon II dilingkup Pemerintah…

Feb 21, 2024

BKKBN Kembangkan Program Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Kelompok UPPKA

Muara Teweh – Program pemberdayaan ekonomi keluarga yang dikembangkan oleh…

Feb 21, 2024

BKKBN Kalteng Launching Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia Juang Kencana

Muara Teweh – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)…